watch sexy videos at nza-vids!
KING OF SEX
Bookmark Now!!
http://kingsex.jw.lt

Ine Pembantu Kecilku
Not Found404; Not Found

Awal aku mengenal seks yaitu saat
secara tidak sengaja aku buka-buka
lemari di rumah teman SMP-ku dan
menemukan setumpukan Video VHS
tanpa gambar di dalam sebuah kotak.
Karena penasaran film apa itu, kuambil satu dan langsung kucoba di
video temanku di kamar itu yang
kebetulan sepi, karena temanku
sedang les. Kusetel film yang berjudul.. apa ya?
aku lupa, ternyata itu film dewasa
(waktu itu aku belum banyak tahu).
Aku cuma pernah dengar teman-
temanku pernah nonton film
begituan, tapi aku tidak begitu penasaran. Nah, saat itu aku baru tahu
itu loh yang namanya BF. Kebetulan
itu film seks tentang anak kecil yang
masih mungil bercinta dengan
bapaknya, oomnya, temannya dan
lain-lain. Dan aku ingin cerita nih pengalaman
pertamaku. Kejadian ini terjadi ketika
aku masih SMA, di rumahku ternyata
ada pembantu baru. Orangnya masih
lumayan kecil sekitar 12 tahun lah,
tapi itu dia yang membuatku suka. Aku itu suka sama wanita imut-imut
yang masih agak kecil mungkin gara-
gara video waktu itu (aku suka begitu
melihat situs-situs tentang Lolita,
soalnya cewek-cewek di situs-situs itu
masih imut-imut). Dan yang paling membuatku terangsang adalah
payudaranya yang masih baru
tumbuh, masih agak runcing (tapi
tidak rata). Setiap hari itu dia kerjaannya, biasalah
kerjaan pembantu rumah tangga, ya
ngepel, ya mencuci dan lain-lain. Kalau
aku sarapan, kadang suka melihat dia
yang sedang ngepel and roknya agak
terbuka sedikit, jadi tidak konsentrasi deh sarapannya karena berusaha
melihat celana dalamnya, tapi sayang
susah. Untuk awal-awal aku hanya
bisa minta dibuatkan teh atau susu. Lambat laun karena aku sudah ingin
begitu melihat tubuhnya itu, kuintip
saja dia kalau sedang mandi. Tapi
sayang karena lubang yang tersedia
kurang memadai, yang terlihat hanya
pantatnya saja, soalnya terlihat dari belakang. Kadang-kadang terlihat
depannya hanya tidak jelas, payah
deh. Nah pada suatu hari aku nekat.
Kupanggil dia untuk pijati aku, oh iya
nama dia Ine. "Ine.. pijitin saya dong, saya pegel
banget nih abis maen bola tadi",
kataku. "Iya Mas, sebentar lagi ya. Lagi masak
air nih, tanggung", jawabnya. "Iya, tapi cepet ya. Saya tunggu di
kamar saya." Cihuy, dalam hati aku bersorak. Nanti
mau tidak dia ya aku ajak begituan.
Lalu kubuka bajuku sambil menuggu
dia. Lalu pintuku diketok, "Permisi Mas", ketoknya. "Masuk aja Ne, nggak dikunci kok",
lalu dia masuk sambil bawa minyak
buat mijit. Mulailah dia memijatku. Mula-mula dia
memijat punggungku dan sambil
kuajak ngobrol. "Kamu sekolah sampai kelas berapa
Ne?" tanyaku. "Cuma sampai kelas tiga aja Mas,
soalnya nggak ada biaya", jawab dia. "Sekarang kamu umur berapa?"
tanyaku lagi. Dia menjawab, "Umur saya baru mau
masuk 12 Mas." "Udah gede dong ya", kataku sambil
tersenyum. Lalu aku membalikkan badan, "Pijitin
bagian dadaku ya.." pintaku sambil
menatap memohon. "Iya mas",
katanya. Dia memijati dadaku sambil
agak menunduk, jadi baju yang dia
pakai agak kelihatan longgar jadi aku bisa melihat bra yang dia kenakan
yang menutupi dua buah payudara
yang masih baru tumbuh. Wah,
kemaluanku jadi tidak karuan lagi
rasanya. Dan aku juga menikmati
wajahnya yang masih polos itu. Begitu dia selesai memijati dadaku, aku
langsung bilang, "Pijitan kamu enak",
terus aku nekat langsung meraba
payudara dia yang imut itu, tapi
ternyata dia kaget dan langsung
menepis tanganku dan langsung lari dari kamarku. Aku kaget dan jadi
takut kalau dia minta berhenti dan
bicara dengsn ibuku. Gimana nich?
aku langsung dihantui rasa bersalah.
Ya sudah ah, besok aku minta maaf
saja dengan dia dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Benar saja, besok itu dia ternyata agak
takut kalau lewat depanku. Aku
langsung bicara saja dengan dia. "Ne.. yang kemaren itu maaf ya.. Saya
ternyata khilaf, jangan bilang sama
Ibu ya." "Iya deh Mas, tapi janji nggak kayak
gitu lagi khan, abis Ine kaget dan
takut", kata dia. "Iya saya janji", jawabku. Sebulan setelah peristiwa itu memang
aku tidak ada kepikiran untuk
menggituin dia lagi. Dan dia juga
sudah mulai biasa lagi. Tapi pada
suatu hari pas aku sedang mencari
celanaku di belakang, mungkin celanaku sedang dicuci. Soalnya itu
celana ada duitku di dalamnya. Yah
basah deh duitku. Eh, pas aku lewat
kamar si Ine, kelihatan lewat jendela
ternyata dia lagi tidur. Rok yang dia
pakai tersibak sampai ke paha. Yah, timbul lagi deh ide setan untuk
ngerjain dia. Tapi aku bingung
bagaimana caranya. Akhirnya aku
menemukan ide, besok saja aku
masukkan obat tidur di minumannya.
Dan aku menyusun rencana, bagaimana caranya untuk memberi
dia obat tidur. Besok pas sedang makan dan
kebetulan rumah sedang sepi, aku
minta dibuatkan teh. Setelah selesai
dia buat dan diberikan ke aku.
Kumasukkan saja obat tidur ke teh itu.
Terus manggil dia, "Ne.. kok tehnya rasanya aneh sih?" "Masa sih Mas?" kata dia. "Cobain saja sendiri", dia langsung
minum sedikit. "Biasa saja kok Mas.." katanya. "Coba lagi deh yang banyak", kataku. Dia minum setengah, terus aku bilang, "Ya udah yang itu kamu abisin saja,
tapi buatin yang baru." "Iya deh Mas, maaf ya Mas kalo tadi
tehnya nggak enak", jawabnya. "Nggak apa-apa kok", jawabku lagi. Aku tinggal tunggu obat tidur itu
bekerja. Ternyata begitu dia mau buat
teh baru, eh dia sudah ambruk di
dapur. Langsung saja kuangkat ke
kamarku. Begitu sampai di kamarku,
kutiduri di kasurku. Berhasil juga aku bisa membawa dia ke kamarku,
pikirku dalam hati. Lalu aku mulai
membukan bajunya, gile.. aku deg-
degan, soalnya pertama kali nich!
Kelihatan deh branya, dan di dalam
bra itu ada benda imut berupa gundukan kecil yang bisa membuatku
terangsang berat. Lalu kubuka
roknya, kelitan CD-nya yang berwarna
krem. Tubuhnya yang tinggal
memakai bra dan CD membuat
kemaluanku semakin tidak tahan. Tubuhnya lumayan putih. Dalam
keadaan setengah telanjang itu, posisi
dia kuubah menjadi posisi duduk, lalu
kuciumi bibirnya, sambil meremas-
remas payudaranya yang masih agak
kecil itu. Dan tanganku yang satu lagi mengusap CD-nya di bagian bibir
kemaluannya. Kumasukkan lidahku
ke mulutnya dan aku juga berusaha
menghisap dan menjilati lidahnya.
Sekitar 10 menitan kulakukan hal itu.
Setelah itu kubuka branya dan CD- nya. Wow, pertama kalinya aku
melihat seorang gadis dengan
keadaan telanjang secara langsung.
Payudaranya terlihat begitu indah
dengan puting yang kecoklatan baru
akan tumbuh. Bagian kemaluannya belum ditumbuhi rambut-rambut dan
terlihat begitu rapat. Langsung kujilati dan kuhisapi
payudaranya. Dan payudara yang
satu lagi kuremas dan kuusap-usap
serta kupilin-pilin putingnya.
Putingnya tampak agak mengeras
dan agak memerah. Setelah aku mainkan bagian payudaranya, kujilati
dari dada turun ke arah perut dan
terus ke arah bagian kemaluannya.
Bagian itu kelihatan masih sangat
polos, dan terlihat memang seperti
punya anak kecil. Kubuka kedua pahanya dan belahan kemaluannya,
begitu kudekati ingin menjilati.
Tercium bau yang tidak kusuka, ah
kupikir peduli amat, aku sudah nafsu
sekali. Kutahan nafas saja. Kubuka
belahan kemaluannya dan aku melihat apa yang di namakan klitoris,
yang biasanya aku melihat di situs-
situs X, akhirnya kulihat secara
langsung. Lalu kujilati bagian
klitorisnya itu. Tiba-tiba dia
mengerang dan mendesah, "Sshh.." begitu. Aku kaget hampir kabur.
Ternyata dia hanya mendesah saja
dan tetap terus tidur. Ketika aku jilati
itu, ternyata ada cairan yang meleleh
keluar dari kemaluannya, kujilati saja.
Rasanya asin plus kecut. Nah sekarang aku dalam keadaan
yang amat terangsang, tapi begitu
kuperhatikan wajahnya dan ke
seluruh tubuhnya aku jadi tidak tega
untuk merebut keperawanannya. Aku
kasihan tapi aku sudah dalam keadaan yang amat terangsang.
Akhirnya kuputuskan untuk
masturbasi saja. Soalnya aku tidak
tega. Aku pakaikan dia baju lagi dan
menidurkan di kamarnya. Yah, aku
melepaskan pengalaman pertamaku untuk bercinta dengan seorang gadis
mungil berumur 12 tahun! Tidak tahu
deh aku menyesal atau tidak. Setelah melepas kesempatan untuk
bercinta dengan Ine. Aku jadi
kepikiran terus. Setiap aku apa-
ngapain, selalu ingat sama payudara
mungilnya Ine dan daerah
kemaluannya yang masih polos itu. Untungnya si Ine tidak pernah merasa
pernah di apa-apain sama aku. Dia
selalu bersikap biasa di depanku tapi
akunya tidak biasa kala melihat dia.
Soalnya pikiranku kotor melulu. Pelampiasannya paling aku
masturbasi sambil melihat gambar-
gambar XX yang aku dapatkan dari
situs-situs lolita. Tapi aku bosan juga
dan hasrat ingin nge-gituin si Ine
semakin besar saja. Sepertinya aku sudah tidak tahan. Akhirnya pada suatu waktu, aku
mendapat kabar yang amat sangat
bagus, ternyata orangtuaku mau
pindah ke luar negeri, karena
bapakku ditugasi ke luar negeri
selama 2 tahun. Jadi, aku tidak perlu takut dia mengadu sama ibuku, paling
aku ancam sedikit dan aku kasih duit
dia diam. Setelah kepergian
orangtuaku ke luar negeri, aku
langsung punya banyak planning
untuk ngerjain dia. Yang pasti aku sudah malas membius-bius segala.
Soalnya dia diam saja, tidak seru! Ya
sudah aku merencanakan untuk
memaksa dia saja (eh, kalau ini
termasuk pemerkosaan tidak sih?). Pada suatu hari, ketika Ine sedang
mandi. Kuintip dia. Biasalah, cuma
kelihatan belakangnya saja, tapi aku
jadi bisa mengantisipasi kalau dia
sudah selesai mandi langsung aku
sergap saja. Untungnya setelah dia selesai mandi, keluar kamar mandi
menuju kamarnya hanya memakai
handuk saja tidak pakai apa-apa lagi.
Begitu keluar kamar mandi langsung
kututup mulutnya dan kupeluk dari
belakang, dia-nya meronta-ronta. Cuma tenagaku sama tenaga anak
umur 12 tahun menang mana sih.
Kubawa masuk ke kamar dia saja.
Soalnya kalau ke kamar aku jauh.
Nanti kalau dia meronta-ronta malah
lepas lagi. Pas masuk kamar dia kujatuhkan dia ke kasur sambil
menarik handuknya. Dia kelihatan
ketakutan sekali dengan tubuh tidak
mengenakan apa-apa. "Mas Andi, jangan Mas" mohonnya. "Tidak apa-apa lagi Ne.. Paling
sakitnya sedikit entar kamu pasti akan
ngerasain enaknya", kataku. Dia kelihatan seperti mau teriak,
langsung saja kututup mulutnya. "Jangan coba-coba teriak ya!"
hardikku. Dia mulai menangis. Aku jadi sedikit
kasihan, tapi setan sudah menguasai
tubuhku. "Cobain enaknya deh.." kataku. Sambil tetap menutup mulutnya
kuraba dan kuelus payudaranya itu. "Santai aja, jangan nangis. Nikmati
enaknya kalo payudara kamu di elus-
elus", kataku. Setelah kulepas tanganku dari mulut
dia, langsung kucium bibirnya.
Ternyata dia lumayan menikmati
ciuman sambil payudaranya tetap
kuremas-remas. "Enak kan?" kataku.
Dia diam saja. Terus kubuka CD-ku. Kukeluarkan batang kemaluanku. Dia
kaget dan takut. "Tolong pegangin anuku donk..
dipijitin ya.." pintaku. Pertama-tama dia takut-takut untuk
memegang anuku, tapi setelah lama
dipegang sama dia, dia mulai memijiti.
Wah, rasanya enak sekali anuku
dipijiti sama dia. Setelah itu dia
kusuruh tiduran, "Mas mau ngapain?" tanyanya. "Aku mau ngasih sesuatu hal yang
paling enak, kamu nikmatin aja"
jawabku. Kubuka belahan pahanya, pertama
dia tidak mau buka, tapi setelah
kubujuk dia akhirnya membuka
pahanya dan kujilati kemaluannya
sampai ke klitorisnya. Dia mendesah-
desah keenakan. "Tuh kan enak", kataku. Kujilati sampai keluar
cairannya. Aku merasa pemanasan sudah cukup,
begitu kusiapkan batang kemaluanku
ke depan liang kemaluannya dia
menangis lagi dan berbicara, "Jangan Mas, saya masih perawan." "Saya juga tau kok kamu masih
perawan", jawabku. Aku tetap bersikeras untuk
menyetubuhinya. Pas aku mau
mendorong kemaluanku masuk ke
dalam liang kemaluannya, eh dia
meronta dan mau lari. Dengan cepat
kutangkap. Wah, susah nih pikirku. Kebetulan di kamar dia kulihat ada tali
untuk jemuran, kuambil dan kuikat
saja tangan dan kakinya ke tempat
tidur. "Aku tahu kamu masih perawan, abis
gimana lagi aku udah amat
terangsang", kataku. Dia memandangku dengan tatapan
memohon dan sambil dengan keluar
air mata. "Atau kamu lebih suka lewat pantat,
biar perawan tetap terjaga?" tanyaku. "Iya deh Mas, lewat pantat aja ya.. tapi
tidak apa-apa kan Mas? Nanti bisa
rusak tidak pantat saya?" jawabnya. "Tidak apa-apa kok", jawabku. Ya, sudah kulepaskan talinya. Aku
tanya sama dia, dia punya lotion atau
tidak, soalnya kalau lewat pantat
harus ada pelicinnya. Terus dia bilang
punya. Kuambil dan kuolesi ke
pantatnya dan kuolesin juga ke kemaluanku. Langsung saja aku ambil posisi dan si
Ine posisinya menungging dan
pantatnya terlihat jelas. Aku mulai
masukkan ke pantatnya. Pertama
agak susah, tapi karena sudah diolesi
lotion jadi agak lancar. "Sslleb.. ahh.. enak sekali", jepitan
pantatnya sangat kuat. "Aduh.. Mas, sakit Mas.." rintihnya. "Tahan sedikit ya Ne.." kataku. Langsung saja kugenjot. "Gile banget,
enaknya minta ampun.." Terus aku
berfikir kalau lewat kemaluannya
lebih enak apa tidak ya? masih
perawan lagi. Ah, lewat kemaluannya
saja dech, peduli amat dia mau apa tidak. Kulepaskan batang
kemaluanku dari pantatnya. Aku
membalikkan badannya terus kuciumi
lagi bibirnya sambil meremas
payudaranya. "Udahan ya Mas, saya sudah cape.."
pintanya. "Bentar lagi kok", jawabku. Setelah itu langsung kutindih saja
badannya. "Lho Mas mau ngapain lagi?" tanyanya
sambil panik tapi tak bisa ngapa-
ngapain karena sudah kutindih. "Tahan dikit ya Ne.." kataku. Langsung kututup mulutnya pakai
tanganku dan batang kemaluanku
kuarahkan ke liang kemaluannya. Dia
terus meronta-ronta. Ine menangis
lagi sambil berusaha teriak tapi apa
daya mulutnya sudah kututup. Akhirnya batang kemaluanku sudah
sampai tepat di depan lubang
kemaluannya. Aku mau masukkan ke lubangnya
susahnya minta ampun, karena masih
rapat barangkali ya? Tapi akhirnya
kepala kemaluanku bisa masuk dan
begitu kudorong semua untuk
masuk, mata Ine terlihat mendelik dan agak teriak tapi mulutnya masih
kututup dan terasa olehku seperti
menabrak sesuatu oleh kemaluanku
di dalam liang kemaluannya. Selaput
dara mungkin, kuteruskan ngegituin
dia walaupun dia sudah kelihatan sangat kesakitan dan berurai air mata.
Kucoba lepas tanganku dari mulutnya.
Dia menangis sambil mendesah, aku
makin terangsang mendengarnya.
Kugenjot terus sambil kupilin-pilin
putingnya. Pada akhirnya aku keluar juga. Kukeluarkan di dalam luabang
kemaluannya. Pas kucabut
kemaluanku ternyata ada darah yang
mengalir dari liang kemaluannya.
Wah, aku merenggut keperawanan
seorang anak gadis. "Ine.. sorry ya.. tapi enak kan. Besok-
besok mau lagi kan.." tanyaku. Dia masih sesenggukan, dia bilang
kalo kemaluannya terasa sakit sekali.
Aku bilang paling sakitnya cuma
sehari setelah itu enak. Besok-besok dia aku kasih obat anti
hamil dan aku bisa berhubungan
dengan dia dengan bebas. Ternyata
setelah setahunan aku bisa bebas
berhubungan dengan dia, dia minta
pulang ke kampung katanya dia dijodohi sama orangtuanya.
Kuberikan uang yang lumayan
banyak. Soalnya dia tidak balik lagi. "Inget ya Ne.. kalo kamu lagi pingin
begituan dateng aja ke sini lagi ya.." Begitulah kisahku dan aku tetap suka
sama cewek yang imut-imut.

<<Back to Cerita Dewasa
HHome

TOP-RATING

©2026 Benoze Corporation